Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2012

0 komentar

20 Foto Selebriti Sedang Menghisap Ganja !

Nggak ada orang yang sempurna, tapi seharusnya anda mengidolakan orang yang mencoba untuk jadi sempurna (sempurna dalam ukuran manusia).
orang - orang ini adalah idola dunia, banyak orang dari berbagai generasi mengidolakan mereka, dan jika anda sebagai salah satunya .. Cuman beginikah idola anda ?

Snoop Doggy Dog, Uenak tenan rek !!!


kalo Lindsay Lohan mah emang doyan !!!


Puff dady bilang ini ganja ato upil bakar ya ???



Chris Brown enjoy driving with cimeng



Miley Cyrus, say yes to cimeng ...



Elijah Wood Lord of the Ganja, eh salah maksudnya Lord of The Ring !!



Drake juga Ndableg !!!


Mbak yu Rihanna nggak mau kalah !! emansipasi dalam berganja !



mungkin Obama muda pernah bilang "Nikmatilah Ganja dan mungkin suatu saat kamu akan jadi Presiden kayak saya.."


Drew Barrymore dan Cameron Diaz lagi asik berjemur sambil nungguin kebon ganjanya !!


Charlize Theron Salah satu pemenang Academy Awards


Michael Phelps


ketika lagi tidak bersama dengan pacarnya yang Vampire, Kristen Stewart asik ngeganja



Paris Hilton, bukan cuman sekali !!



model Rosie Huntington-Whiteley dari Transformer


Lil Wayne on the highway to Cimeng !!


Rupert Grint sang griffindor, mungkin dia lagi bikin mantra cimeng


Duh ... Jessica Alba ketawa ketiwi sendirian ....



Johny dep lagi nyanyi laggu "Mabok Lagi"


Misha Barton



Sumber :  jhonyramsoy



Selasa, 13 November 2012

0 komentar

Jokowi: Kartu Jakarta Sehat Masih Dievaluasi Hingga Desember

Kartu Jakarta Sehat bagi warga ibu kota masih menyimpan kendala. Gubernur DKI Jokowi pun mengamini adanya hambatan teknis di lapangan. Namun tak perlu khawatir, pihak Pemprov DKI terus melakukan evaluasi.

"Masih uji coba karena ini sistem baru dan manajemen baru," kata Jokowi di balai kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (14/11/2012).

Jokowi menegaskan, karena masih uji coba tentu perlu dimaklumi bila ada kendala. Pihak Pemprov DKI akan terus melakukan perbaikan.

"Soal penggunaannya akan dievaluasi dengan pihak rumah sakit dan sedang dicari masalahnya dan soulusinya hingga Desember," terang Jokowi.

Beberapa waktu lalu, Jokowi memberi pernyataan bahwa Kartu Jakarta Sehat (KJS) bisa dipakai untuk menanggung semua jenis penyakit. Bahkan untuk perawatan mahal seperti untuk kanker dan kemoterapi sekalipun.

"Ya semua jenis penyakit termasuk kanker dan kemoterapi. Kemoterapi itu kan mahal, ya bisa," ujar Jokowi dalam perbincangan dengan wartawan di rumah makan Dapur Sunda, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin 


Sumber : detik.com
0 komentar

Biaya Kartu Sehat Jokowi Dikhawatirkan


Mekanisme pembiayaan Kartu Jakarta Sehat masih menyisakan pertanyaan. Sebagian pihak mengkhawatirkan Pemerintah Provinsi DKI kerepotan menutup klaim rumah sakit. Sementara itu, sistem klaim program layanan sebelumnya menghambat operasional rumah sakit. 

”Selama tahun 2012, utang Pemprov DKI untuk biaya pelayanan kesehatan warga di RSUD Pasar Rebo mencapai Rp 5,5 miliar. Padahal, sebagai badan layanan umum (BLU), kami sangat membutuhkan dana segar untuk membiayai pelayanan kesehatan di rumah sakit,” tutur Deddy Suryadi, Humas RSUD Pasar Rebo, Senin (12/11/12), di Jakarta. 

Dia meminta agar pola klaim rumah sakit meniru sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dari Kementerian Kesehatan. Sistem klaim Jamkesmas cukup terkontrol lewat jaringan internet yang saling terhubung. Setiap pengeluaran rumah sakit dapat dilaporkan segera. Setiap sebulan sekali, klaim yang diajukan rumah sakit pun dapat langsung dicairkan. 

Agar persoalan klaim tidak terulang, dia meminta ada sinergi Kartu Jakarta Sehat (KJS) dengan program pelayanan kesehatan yang sudah ada. Program yang dimaksud adalah warga yang menggunakan kartu Keluarga Miskin (Gakin) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sinergi program ini penting artinya agar klaim pembiayaan kesehatan bisa dicairkan setiap sebulan sekali.
Direktur Utama RS Cipto Mangunkusumo Akmal Taher menyambut baik peluncuran KJS dari Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, kartu ini membantu pihak rumah sakit memverifikasi pasien sehingga mempercepat proses pelayanan. 

Jamin tidak masalah 
 
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjamin tidak akan ada masalah dengan program KJS. Mengenai klaim rumah sakit yang belum terbayar, Pemprov DKI segera melunasinya. Dia memastikan peserta program Jamkesda akan menjadi peserta KJS. "Sementara ini masih transisi, berikutnya segera ada perbaikan pendataan," katanya.
Menurut Jokowi, program ini diperkirakan dapat menjangkau 4,5 juta warga DKI yang belum memiliki proteksi kesehatan. 

”Kami bisa bantu sampai pengobatan kemoterapi. Namun, kami tidak menanggung biaya warga yang ingin membeli alat bantu pendengaran dan kacamata,” katanya.
Dalam rangka sosialisasi kepada warga, kemarin Jokowi membagikan langsung KJS kepada warga. Pembagian dilakukan di Marunda (Jakarta Utara), Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), serta Bukit Duri dan Manggarai (Jakarta Selatan). Jokowi mendatangi rumah warga secara acak kemudian mengajak dialog sebentar. 

Di Marunda, Jokowi menjelaskan cara menggunakan kartu tersebut. ”Bapak, Ibu, bisa bawa kartu ini ke puskesmas. Kalau sakitnya parah, bawa ke rumah sakit. Jika tak dilayani dengan baik, sampaikan nanti akan dilaporkan ke Gubernur,” ujarnya.
Jokowi menambahkan, KJS memuat riwayat kesehatan pemegangnya. Selain itu, kartu juga merekam sistem pembayaran yang terintegrasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Dengan demikian, pengawasannya lebih mudah. 

Sebanyak 985 KJS telah dibagikan kepada warga Kelurahan Marunda dan Kelurahan Pademangan Timur. Namun, sejumlah warga mengaku belum tahu prosedur mendapatkan kartu itu.
”Sudah dengar, tetapi belum tahu ke mana mengurusnya. Ini juga sedang mengurus surat keterangan tidak mampu untuk berobat ke rumah sakit,” kata Masdiyah (20), warga Marunda.
KJS digulirkan tahun ini menggunakan sisa anggaran tahun 2012 senilai Rp 800 miliar. Adapun tahun 2013, dana program KJS disediakan sekitar Rp 1 triliun. ”Kartu Jakarta Sehat ini intinya melanjutkan program JPK/Gakin yang sudah berjalan, hanya nama dan mekanismenya yang berbeda,” kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali. 

Ashraf menambahkan, ada tambahan dana Rp 300 miliar dari APBD Perubahan untuk membayar tunggakan tagihan ke rumah sakit. Jadi, total biaya untuk KJS mencapai Rp 1,1 triliun untuk tahun 2012.
Dana itu untuk biaya pengobatan warga DKI Jakarta yang rentan dan tidak mampu. Sebanyak 3.000 kartu sudah didistribusikan kepada warga pada tahap pertama. Tahun 2013, sasaran KJS 4,7 juta orang. 
 
 Sumber : kompas.com
0 komentar

Pria Tidak Bisa Melihat 'Burungnya' Sendiri? Hati-hati Umurnya Pendek


Bagi para pria, sekali-kali perhatikanlah tubuh saat sedang berdiri. Lalu cobalah melihat selangkangan sendiri, bisa atau tidak? Jika bisa, itu artinya normal. Tapi kalau tidak bisa melihat selangkangan sendiri karena terhalang perut yang buncit, ini perlu diwaspadai.

Sebuah kelompok kesehatan di Inggris mengatakan bahwa pria yang tidak dapat melihat 'burungnya' alias kemaluannya sendiri karena obesitas berisiko lebih pendek usianya hingga 9 tahun. Tes sederhana ini akan lebih akurat dilakukan sambil telanjang.

Kelompok kesehatan ini mendirikan situs bernama WeLoveOurHealth.co.uk dan meluncurkan tes yang diberi nama 'The Big Check'. Tujuannya untuk mendorong pria mengukur berat badannya sendiri dengan cara yang mudah dan sederhana.

Website ini melakukan jajak pendapat terhadap 1.000 orang di Inggris dan menemukan bahwa sekitar 33 persen pria berusia 35-60 tahun tidak dapat melihat penisnya sendiri karena terhalang oleh perut.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan kondisi ini menandakan kelebihan lemak perut pada pria sehingga meningkatkan kerentanannya terserang diabetes tipe 2, kanker usus besar, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

"Pria lebih peduli kepada mobilnya daripada tubuhnya sendiri dan sering hanya melihat dokter jika disuruh oleh pasangan atau kerabat," kata kepala Dr Sarah Brewer, kepala kampanye situs tersebut seperti dilansir Medical Daily, Senin (12/11/2012).

Brewer mendorong para pria yang tidak bisa melihat kemaluannya sendiri untuk memulai hidup sehat dan mengecilkan perutnya. Obesitas berkaitan dengan sejumlah penyakit, terutama lemak yang berkumpul di bagian tengah tubuh.

Itulah sebabnya mengapa ukuran pinggang dianggap sebagai cerminan kondisi kesehatan yang lebih akurat dibanding indeks massa tubuhnya.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki IMT yang normal, hal ini dengan sendirinya menyatakan bahwa risikonya terkena penyakit jantung rendah," kata peneliti, Dr Francisco Lopez-Jimenez.


Summber : http://health.detik.com