Tampilkan postingan dengan label Apa ini - Apa itu ?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apa ini - Apa itu ?. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2012

0 komentar

Pria Tidak Bisa Melihat 'Burungnya' Sendiri? Hati-hati Umurnya Pendek


Bagi para pria, sekali-kali perhatikanlah tubuh saat sedang berdiri. Lalu cobalah melihat selangkangan sendiri, bisa atau tidak? Jika bisa, itu artinya normal. Tapi kalau tidak bisa melihat selangkangan sendiri karena terhalang perut yang buncit, ini perlu diwaspadai.

Sebuah kelompok kesehatan di Inggris mengatakan bahwa pria yang tidak dapat melihat 'burungnya' alias kemaluannya sendiri karena obesitas berisiko lebih pendek usianya hingga 9 tahun. Tes sederhana ini akan lebih akurat dilakukan sambil telanjang.

Kelompok kesehatan ini mendirikan situs bernama WeLoveOurHealth.co.uk dan meluncurkan tes yang diberi nama 'The Big Check'. Tujuannya untuk mendorong pria mengukur berat badannya sendiri dengan cara yang mudah dan sederhana.

Website ini melakukan jajak pendapat terhadap 1.000 orang di Inggris dan menemukan bahwa sekitar 33 persen pria berusia 35-60 tahun tidak dapat melihat penisnya sendiri karena terhalang oleh perut.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan kondisi ini menandakan kelebihan lemak perut pada pria sehingga meningkatkan kerentanannya terserang diabetes tipe 2, kanker usus besar, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

"Pria lebih peduli kepada mobilnya daripada tubuhnya sendiri dan sering hanya melihat dokter jika disuruh oleh pasangan atau kerabat," kata kepala Dr Sarah Brewer, kepala kampanye situs tersebut seperti dilansir Medical Daily, Senin (12/11/2012).

Brewer mendorong para pria yang tidak bisa melihat kemaluannya sendiri untuk memulai hidup sehat dan mengecilkan perutnya. Obesitas berkaitan dengan sejumlah penyakit, terutama lemak yang berkumpul di bagian tengah tubuh.

Itulah sebabnya mengapa ukuran pinggang dianggap sebagai cerminan kondisi kesehatan yang lebih akurat dibanding indeks massa tubuhnya.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki IMT yang normal, hal ini dengan sendirinya menyatakan bahwa risikonya terkena penyakit jantung rendah," kata peneliti, Dr Francisco Lopez-Jimenez.


Summber : http://health.detik.com
0 komentar

3 Bocoran Fitur BlackBerry 10


Banyak penggila gadget di Indonesia pasti penasaran dengan performa sistem operasi BlackBerry 10. Ya, inilah produk pertaruhan Research In Motion (RIM) untuk bersaing di jagat ponsel pintar.

Jika gagal, siap-siap saja semakin terbenam dan ditinggal oleh sederet 'pasukan' gadget Android dan iOS besutan Apple.

Meski sempat mundur dari jadwal semula, RIM akhirnya telah memastikan waktu peluncuran BlackBerry 10. Yaitu pada 30 Januari 2013 mendatang.

Acara ini akan dilakukan serentak di beberapa negara. Ajang ini juga sekaligus menjadi tempat peresmian dua smartphone BlackBerry 10 pertama yang telah bikin banyak orang penasaran.

"Saat membuat BlackBerry 10, kami bertekad untuk membuat pengalaman mobile computing yang unik dan selalu beradaptasi menurut keperluan Anda. Tim kami telah bekerja tanpa lelah untuk membawa fitur yang inovatif dikombinasikan dengan browser yang terbaik, ekosistem aplikasi yang kaya, dan kemampuan multimedia yang canggih kepada pelanggan kami," kata CEO Research In Motion, Thorsten Heins.

"Semua ini akan diintegrasikan dengan pengalaman pengguna -- yang tidak dirasakan pada pasar smartphone saat ini," imbuhnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (13/11/2012).

Meski belum dirilis secara resmi, tetapi beberapa fitur di BlackBerry 10 sejatinya sudah diungkapkan ke publik. Apa saja? Berikut tiga di antaranya.


Sumber : http://inet.detik.com
0 komentar

Tips 'Mencuri Waktu' Memotret

Fotografi traveling bukan hal yang murah, apalagi kalau targetnya luar kota bahkan luar negeri. Selain butuh budget lumayan berat, waktu yang cukup dibutuhkan untuk hasil foto maksimal. Biasanya budget mencukupi, giliran cuti kantor sudah habis untuk keluarga. Atau sebaliknya, waktu masih banyak namun isi kantong lagi pas-pasan.

Salah satu kesempatan yang sangat baik untuk mengkompromikan keduanya yakni saat mendapat tugas dari kantor, menunaikan dinas luar kota atau dinas luar negeri.

Eits... Tapi biasanya perusahaan juga tidak mau merugi dengan membiarkan karyawannya lebih banyak jalan-jalan daripada bekerja. Dari 4 hari dinas luar, biasanya hanya sehari diberi kesempatan 'menghirup udara bebas'. Selebihnya harus bertemu klien, rapat, memelototin angka-angka, memastikan target tercapai ataupun mengecek lokasi ke lapangan.

Nah, dengan waktu yang sempit, bukan berarti acara memotret dan memanjakan kamera kiamat. Kamera kesayangan masih perlu diajak jalan-jalan daripada hanya di tas atau dry box. Kasihan kameranya jadi stress enggak bisa melihat dunia luar.

Berikut beberapa tips singkat untuk memaksimalkan waktu minim saat hunting.

1. Pelajari agenda kegiatan dalam perjalanan dinas tersebut hingga detail waktunya. Pastikan ada waktu setidaknya setengah hari untuk bisa bebas memotret. Akan lebih bagus bila dapat kesempatan hingga satu hari penuh untuk memanjakan kamera kesayangan Anda.

2. Lakukan riset kecil-kecilan tentang kota yang akan dituju, khususnya tempat-tempat yang fotogenik. Jangan sia-siakan waktu memotret di tempat yang secara visual tidak menarik.

Riset kecil-kecilan ini bisa dilakukan melalui internet dengan melihat foto-foto yang telah dihasilkan sebelumnya oleh orang lain di tempat itu. Bisa ngecek dulu ke flickr, picasso, stockphoto, ataupun situs lain yang khusus memasang galeri foto-foto.

Dalam foto tersebut, jangan terpaku pada data teknis kamera melainkan perhatikan waktu pengambilan gambar. Apakah pagi, siang ataukah sore. Kalau pagi pukul berapa, kalau sore pukul berapa dan seterusnya.

Dilihat juga bulan pengambilan gambar dalam foto yang sedang diriset. Apakah dilakukan pada saat musim panas, musim semi atau musim hujan. Waktu ini sangat berguna untuk mengefisienkan perjalanan Anda saat 'mencuri waktu' untuk memotret.

Kalau dalam foto yang diriset direkam pagi hari, maka itu akan menjadi trip pertama saat memulai quick traveling. Begitu seterusnya hingga menjadi urutan waktu berakhir di malam hari. Sehingga dengan mempelajari foto dari urutan waktu yang dihasilkan, mulai tergambar peta perjalanan singkat Anda di suatu tempat, bukan?

Selain itu, bulan/musim saat pengambilan gambar yang sedang diriset juga tidak salahnya untuk dicek. Jangan-jangan, ada event atau kegiatan budaya yang bertepatan dengan kunjungan Anda ke luar kota/luar negeri.

Dengan mempelajari musim/bulan tertentu, akan terbaca juga kebiasaan masyarakat setempat yang kira-kira layak untuk difoto. Bila itu menarik, dapat menjadi prioritas utama saat mengajak kamera kesayangan jalan-jalan.

Yang tidak kalah penting, perhatikan spot pengambilan gambar dalam foto-foto yang sedang diriset. Kira-kira sudutnya darimana, bagaimana dengan komposisinya, letaknya jauh atau tidak, menggunakan lensa lebar ataukah lensa normal.

Bukan untuk mencontek, melainkan untuk membantu imajinasi Anda bermain, kira-kira akan bagaimana nanti kalau sudah di lokasi. Atau sebaliknya, dengan mempelajari foto-foto yang sudah ada, Anda bisa membuat foto yang berbeda dan dapat menghindari pengulangan foto yang membosankan.

Sehingga saat sampai di lokasi, hasil riset ini dapat membantu mengefisienkan waktu yang singkat, memilih jenis lensa, mencari sudut pengambilan gambar, memperhatikan arah cahaya, dan segera merekam dengan komposisi yang menarik.

3. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, buat rute perjalanan seefektif mungkin ke tempat yang akan dituju. Apakah menggunakan bus, subway, taksi ataukah menyewa kendaraan sendiri. Akan lebih beruntung bila menemui guide lokal, misalkan rekan kerja di daerah yang dengan sukarela mengantar Anda.

Rute ini penting untuk membuat urutan waktu (rundown) acara foto-foto tersebut. Buat urutan dari pagi hingga malam hari. Pastikan tempat yang akan dituju sembari mengkonsultasikan segala kemungkinan dengan guide lokal.

Kalau Anda menyukai street photography, pastikan rute yang dilalui melewati tempat-tempat yang fotojenik dan mampu merangkum kekayaan budaya lokal seperti arsitektur dan human interest.

4. Saat sesampai di tempat yang akan dituju, tidak ada salahnya mencari toko buku atau gerai yang menyediakan kartu pos dengan gambar tempat wisata lokal. Perhatikan foto dalam post card tersebut, barangkali bisa menjadi acuan dalam hunting foto singkat nanti.

Juga cari peta wisata setempat. Siapa tahu ada referensi tambahan untuk hunting foto. Peta ini juga bisa dipergunakan untuk bahan properti saat foto-foto nanti.

5. Saat eksekusi lapangan, tetap santai jangan terburu-buru memencet kamera. Pastikan Anda mengkontrol gambar yang akan dihasilkan dari data teknis kamera, penguasaan medan hingga merekam suasana yang dilihat.

6. Bawalah kamera cadangan setidaknya satu kamera. Kamera cadangan ini sangat berguna saat kamera utama mengalami error/kerusakan. Kalau perlu, bawa juga sebuah kamera poket untuk kondisi krusial, misalkan 2 kamera utama tiba-tiba tidak berfungsi.

Untuk lensa, setidaknya membawa 2 lensa yakni lensa lebar dan lensa normal. Lensa lebar untuk dibawah 50mm, dan lensa normal antara 50mm hingga 70mm dalam paradigma kamera film 35mm/full frame.

7. Bawalah memori kamera sebesar mungkin, misalkan hingga 32 GB. Memori besar untuk mewadahi ukuran foto terbesar (large) saat memotret. Menggunakan ukuran terbesar saat hunting singkat tidak ada salahnya untuk mengantisipasi croping saat mengedit gambar.


Sumber : http://inet.detik.com

Senin, 12 November 2012

0 komentar

Apa Linux itu ?


Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program. Lisensi lengkap dari GNU, dapat Anda baca di Lampiran III. Penerjemahan lisensi GNU ke dalam Bahasa Indonesia, saat buku ini disusun masih dilakukan.

     Catatan :

    Literatur lengkap tentang GNU dapat Anda baca di situs web mereka yaitu http://www.gnu.org.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Anda dapat memperoleh Linux tanpa harus membayar sama sekali. Jika Anda harus membayar tiap kali instal perangkat lunak di lain komputer, maka dengan Linux Anda dapat menginstalnya dimana saja tanpa harus membayar lisensi.

Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika.

 Jika perangkat lunak komersial tidak memperkenankan Anda untuk mengetahui kode sumbenya maka Anda tidak akan pernah tahu apakah program yang Anda beli dari mereka itu aman atau tidak (sering disebut security by obscurity). Hidup Anda di tangan para vendor. Dan jika ada pemberitahuan tentang bug dari perangkat lunak komersial tersebut, seringkali sudah terlambat. Dengan Linux, Anda dapat meneliti kode sumbernya langsung, bersama dengan pengguna Linux lainnya. Berkembangnya pengguna Linux sebagai komunitas yang terbuka, membuat bug akan cepat diketahui, dan secepat itu pula para programmer akan memperbaiki programnya. Anda sendiri juga yang menentukan kode yang cocok sesuai dengan perangkat keras maupun kebutuhan dasar perangkat lunak lainnya untuk dapat diimplementasikan. Ibarat sebuah mobil, Anda bisa memodifikasi sesukanya, bahkan hingga mesin sekalipun, untuk memperoleh bentuk yang diinginkan.

Keterbukaan kode sumber juga memungkinkan sistem operasi berkembang dengan pesat. Jika sebuah program dengan sistem tertutup dan hanya dikembangkan oleh vendor tertentu, paling banyak sekitar seribu hingga lima ribu orang. Sedangkan Linux, dengan keterbukaan kode sumbernya, dikembangkan oleh sukarelawan seluruh dunia. Bug lebih cepat diketahui dan program penambalnya (patch) lebih cepat tersedia. Pendekatan pengembangan sistem operasi ini disebut Bazaar. Kebalikannya sistem Chatedraal sangat tertutup dan hanya berpusat pada satu atau dua pengembang saja.

 Sebagai tambahan, Linux menyediakan bahasa pemrograman gratis, lengkap dengan kompilernya, maupun program pembantunya. Beberapa diantaranya adalah :

  • ADA
  • BASIC
  • C
  • C++
  • Expect
  • FORTRAN
  • GTK, untuk membuat aplikasi GUI di Linux
  • PASCAL
  • Phyton
  • Skrip Shell
  • TCL
  • Perl (The Practical Extraction and Report Language), sering dipakai untuk membuat skrip CGI di web.


Sumber : Google