Tampilkan postingan dengan label Techno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Techno. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2012

0 komentar

YouTube LeanBack Cara Baru Navigasi dan Tonton Video YouTube ala TV


YouTube yang memang pusatnya video di Internet telah meluncurkan produk baru yang menyajikan navigasi dan cara baru menonton video dari Youtube yang dinamakan Leanback. Fitur baru ini menampilkan Youtube dalam fullscreen dan untuk menavigasinya Anda tidak perlu mengandalkan mouse tetapi panah keyboard dan Enter untuk berpindah video atau memainkan video.

Hal ini cukup menarik karena memang dengan Leanback diharapkan dapat meningkatkan lama waktu menonton dengan tidak adanya gangguan tampilan seperti komentar maupun teks atau image lain yang mengganggu konsentrasi. Inspirasi Leanback datang dari para penonton televisi yang memang terbukti jauh lebih lama menonton yang bisa berjam-jam menghabiskan waktu di depan tv.

Teknologi LeanBack saat ini masih mengandalkan Flash jadi bagi pengguna iPad tentunya tidak bisa mengaksesnya, Untuk mengakses leanback Anda perlu login ke akun Google atau Youtube terlebih dahulu karena sepertinya Youtube mengandalkan informasi yang telah tersimpan oleh Google tentang Anda untuk menampilkan pilihan video di awal. Memang cukup asyik juga setelah kami mencoba Leanback dan kecenderungan menonton lebih lama memang kami rasakan.


Youtube Leanback ini dapat diakses di Sini


Sumber : Google 


Selasa, 13 November 2012

0 komentar

7 Sinyal Bahaya bagi Apple

Apple memang masih berada di posisi puncak industri teknologi. Namun ancaman dari rival yang semakin menguat tampaknya harus membuat mereka waspada.

Ya, belakangan ini muncul beberapa sinyal bahaya untuk Apple. Jika tidak mengantisipasi sinyal ini, boleh jadi di masa depan Apple akan sedikit sempoyongan.

Berikut beberapa alarm bahaya yang dinilai perlu diwaspadai Apple, seperti dikutip detikINET dari HuffingtonPost, Selasa (13/11/2012).

1. Belum ada lagi gadget revolusioner

Apple dikenal cukup sering merevolusi industri teknologi. Dimulai dari kedatangan pemutar musik iPod, iPhone sampai komputer tablet iPad.

Namun, produk terakhir revolusioner mereka adalah iPad yang keluar pada tahun 2010. Sejak saat itu, Apple hanya sekadar menambah fitur gadgetnya yang sudah eksis dan tidak ada lagi penambahan lini produk baru.

Apple TV yang banyak dirumorkan pun tidak juga hadir. Muncul pertanyaan dari beberapa pihak, apakah Apple sudah kekurangan ide inovatif?

2. Kekalahan iPhone

Sejak pertama kali diluncurkan, iPhone selalu menjadi merek smartphone terpopuler dengan penjualan terbanyak. Namun kini, iPhone tidak lagi menyandang status tersebut.

Galaxy S III dari Samsung berhasil menjungkalkan iPhone 4S dengan penjualan 18 juta unit dibanding 16,2 juta unit pada kuartal 3 2012. Ini adalah pertama kalinya versi iPhone tidak menempati posisi pertama.

Memang kedatangan iPhone 5 dinilai akan kembali membuat Apple bertahta. Namun tetap saja iPhone kini menghadapi persaingan yang sangat berat.

3. Penurunan pangsa pasar iPad

Sama seperti iPhone, iPad adalah raja di segmen komputer tablet. Sayangnya, gempuran kompetitor membuat dominasi iPad perlahan tapi pasti terkikis.

Data terbaru menunjukkan market share iPad di kuartal III 2012 mencapai 50%. Turun dari kuartal sebelumnya yang mencapai 65,5%.

Gempuran pasukan Android murah yang dimotori Amazon, Samsung dan juga Google sendiri tampaknya memang menghadirkan persaingan yang signifikan bagi iPad.

4. Loyalitas pengguna iPhone menurun

Penggemar Apple dikenal loyal dengan sebutan Apple fanboy. Namun belakangan, kesetiaan mereka agaknya tidak lagi seperti dulu.

Penelitian dari Strategy Analytics menyebutkan loyalitas pengguna Apple sedikit menurun. Tahun 2012 ini, 'hanya' 88% pengguna iPhone yang memastikan akan kembali membeli iPhone. Turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 93%.

Memang ditilik dari angkanya, kesetiaan pengguna iPhone masih sangat tinggi. Namun jika Apple tidak berinovasi, bisa jadi mereka akan semakin ditinggalkan.

5. Harga kemahalan dibanding pesaing

Apple memang hampir selalu menjual barang dengan harga premium. Contohnya saja iPad Mini dibanderol mulai USD 329.

Masalahnya, para rival dengan nama besar menawarkan tablet sejenis dengan harga yang jauh lebih murah. Seperti Amazon, Barnes & Noble serta Google menjual tablet 7 inch kurang dari USD 200.

Bisa jadi faktor harga ini pada akhirnya membuat sebagian konsumen memalingkan diri dari produk Apple dan beralih ke produk pesaing.

6. Digempur di China

China adalah salah satu pasar ponsel yang paling menggiurkan mengingat penduduknya yang begitu banyak. Sayangnya dalam laporan terbaru, Apple keluar dari posisi 5 besar produsen smartphone terbesar di sana.

Di posisi pertama adalah rival beratnya, Samsung. Diikuti oleh para vendor lokal yang semakin diminati pasar.

Apple dinilai patut waspada terhadap tren ini. Sebab, China diprediksi akan segera melampaui Amerika Serikat sebagai pasar smartphone terbesar di dunia.

7. Harga saham menurun

Bulan Agustus, saham Apple mencetak rekor harga baru. Saham mereka tembus USD 682,07 per lembar sebelum berakhir di USD 675,48 per saham.

Namun sejak saat itu, harga saham perusahaan terbesar di dunia ini menunjukkan kecenderungan menurun. Bahkan bulan November ini sempat menyentuh titik terendah dengan harga sekitar USD 582.

Investor rupanya cukup cemas dengan perkembangan Apple. Seperti menurunnya market share iPad dan paksaan mundur terhadap Scott Forstall, salah satu eksekutif kunci terkait buruknya Apple Maps.


Sumber : http://inet.detik.com

 




0 komentar

Here, Peta Digital "Independen" Buatan Nokia


Nokia memperkenalkan layanan peta digital terbarunya, Here, yang berbasis komputasi awan (cloud computing) pada Selasa (13/11/2012) di San Francisco, AS. Here bisa disebut sebagai layanan peta digital independen dari Nokia, karena ia dirancang untuk semua jenis perangkat dan semua jenis sistem operasi.

Meski dibuat oleh Nokia, bukan berarti Here eksklusif hanya untuk ponsel Nokia. Aplikasi Here akan dirancang untuk sistem operasi mobile iOS, Android, Windows Phone, hingga Firefox OS pada 2013 mendatang. Here juga bisa diakses dari segala macam browser di komputer bersistem operasi Windows dan Mac.

"Banyak orang membutuhkan peta yang baik, dan dengan Here kita bisa menyatukan lokasi yang Nokia tawarkan untuk cara lebih baik dalam mengeksplorasi, menemukan, dan berbagi dunia mereka," kata Presiden dan CEO Nokia Stephen Elop dalam siaran persnya.

Nokia berjanji, Here untuk iOS akan dirilis beberapa pekan mendatang, yang mencakup kemampuan akses offline, panduan navigasi suara, dan arah transportasi publik.

Nokia juga menjalin kerjasama dengan Mozilla untuk membuat Here di sistem operasi mobile Firefox OS pada tahun depan.

Untuk Android, Nokia akan merilis software development kit (SDK) Here untuk para produsen ponsel dan tablet Android di tahun 2013 nanti. Tujuannya, memungkinkan para produsen Android menciptakan aplikasi peta digital yang menggunakan konten Nokia.

Saat ini, Here bisa diakses melalui situs web di alamat: www.here.com. Layanan tersebut menggunakan teknologi komputasi awan, yang bisa disinkronisasikan dengan akun Nokia pengguna. Dengan ini, pengguna dapat mengakses data peta pribadi dari perangkat apapun.

Here juga memanfaatkan penggunaan data yang diserahkan secara kolaboratif oleh penggunanya, melalui menu Map Creator. Menu ini mempersilakan pengguna untuk menambah nama jalan atau tempat di sekitarnya, arus lalu lintas, dan sebagainya.

Nokia mengklaim, Here menawarkan proses rendering yang lebih cepat namun penggunaan bandwidth internetnya rendah.

Dari pengalaman KompasTekno mengakses Here dan Nokia Maps dari komputer, kinerja Here memang lebih cepat. Untuk melihat peta dalam tampilan 3D di Here, pengguna tak perlu lagi meng-install plug-in. Meskipun, tampilan antarmuka Here dan Nokia Maps di situs web nyaris sama, hanya saja Here memiliki fitur yang lebih lengkap.
Untuk memperkuat layanan peta digital, Nokia berencana mengakuisisi Earthmine asal Berkeley, California, AS. Teknologi yang dimiliki perusahaan ini akan digunakan untuk mengolah data tampilan 3D di layanan Here. Nokia berharap akusisi Earthmine bisa rampung pada akhir 2012.

Sumber : http://tekno.kompas.com